Twitter

Senin, 30 Juli 2012

NIKMATNYA MEMEKMU cerita sexz

Aku Kiky. Penampilanku tomboy sehingga kebanyakan orang sering beranggapan aku ini adalah seorang cowok, usiaku menginjak 21 tahun, aku kuliah Di PTS
yang amat terkemuka di kota Semarang. Aku sendiri anak tunggal dan juga tak kekurangan materi. Aku sejak kecil selalu didik untuk disiplin, karena

maklumlah Opaku seorang anggota TNI juga. Aku sejak SMP sudah mempunyai ketertarikan dengan sesama jenisku (cewek), terutama cewek yang manja, centil,
asyik diajak ngobrol dan rata-rata mereka manis wajahnya (menurut penilaianku sich..)Awal perjalanan cintaku tak semulus yang aku bayangkan. Setelah
beberapa kali pacaran dalam dunia maya, akhirnya kusadari bahwa cinta tak selamanya dapat berjalan mulus yang kita inginkan. Setelah aku putus dengan
My The First Love.. (sebut saja Dinda, karena aku sering memanggil dengan sebutan itu) aku selalu mencoba dan mencoba untuk mengisi hati ini dengan
cewek lain, tapi aku masih belum bisa melupakanya. Ternyata aku baru benar-benar baru bisa melupakanya dalam waktu 2 tahun lebih, walaupun saat ini
aku masih sayang padanya.Setelah aku jalani 2 tahun hidup tanpa adanya cinta , walau selalu saja mencoba untuk mencinta, akhirnya aku dipertemukan
oleh dua pilihan. Ada dua cewek yang aku kenal dari sebuah majalah yang memang khusus bagi seorang lesbian dan gay. Mereka berdua telah bekerja.
Yang pertama: Yuli (dia berusia 24 tahun, keturunan Jawa China juga seperti aku) manis, perhatian, baik dan lain-lain (walau Yuli lebih kelihatan
masih China kalau aku sudah seperti orang jawa. Yah.. May be karena gen Bokapkulah Jawa yang lebih menang dari pada gen Nyokap China). Yang kedua:
Ainun (Andro juga, 21 tahun, jawa, manis, perhatian, baik, agak cuek dan lain-lain.Setelah 1 bulan kita (aku dan Yuli ; Aku dan Ainun) berkomunikasi
lewat telepon dan SMS. Akhirnya aku lebih tertarik dengan Yuli. Karena hanya Yuli lah yang selalu rutin SMS dan ngasih perhatian ke aku, awalnya aku
biasa-biasa saja, namun entah mengapa aku jadi suka sama dia.Ya.. Maybe karena dia amat perhatian and care sama ku dibandingkan dengan Ainun. Waktupun
berjalan dengan sendirinya, akupun masih enggan untuk suka padanya.Akhirnya kita (Aku dan Yuli) untuk saling bertukar pick/foto. Dan akulah yang
memulainya karena aku tahu aku ini sebagai cowoknya. Ternyata ketertarikanku tak hanya bertepuk sebelah tangan, karena Yuli sendirilah yang menyatakan
untuk melanjutkan hubungan ini lebih serius (pacaran/Gfan). Kitapun akhirnya sepakat untuk pacaran/Gfan dan Yulipun memanggil aku dengan sebutan Papa, bertepuk sebelah tangan, karena Yuli sendirilah yang menyatakan
begitu juga sebaliknya aku panggil dia Mama. Sebenarnya saat itu aku masih ragu setelah tahu wajahnya, Mama cewek yang manis, putih, dan dalam penilaianku
Mama amatlah sempurna, sedangkan aku hanya seorang cewek yang yah.. bisa dikata jauh banget dengan wajahnya.Akhirnya.. waktupun yang menjawabnya,
akupun akhirnya amat menyayanginya dan amat mencintainya. Kitapun sepakat untuk bertemu dan dia yang berkeinginan ke kotaku menemui aku. Akupun setuju,
hari H pun terjadi dengan perarasan takut, seneng, gugup and campur aduk rasanya saat itu.Mamapun akhirnya tiba di Semarang, saat itu hari sudah malam
dan akupun diperbolehkan Oma jemput dia ke terminal hingga aku berkesimpulan untuk menunggu Mama di rumah Oma saja (kenapa aku menunggu di rumah Oma?
Hemm.. Itu karena aku juga belum siap untuk mengenalkan Mama ke ortuku). Akhirnya pukul 21.00 Mamapun tiba dengan taxi. Hati inipun seneng dan gugup
pertama kali liat dia. Sempurna sekali aku rasa, dia baik, dan berface manis.Karena hari sudah malam maka kamipun minta izin ke kamar untuk istirahat,
setelah aku perkenalkan Mama ke Oma sebagai temanku. Tibanya di kamar kamipun ngobrol dan untungnya apa yang aku khawatirkan tak terjadi (tak bisa
bicara satu sama lainya). Setelah kita ngobrol sejenak, akupun mengambil nasi untuk makan Mama. Mulanya Mama enggak mau makan namun.. setelah aku
rayu akhirnya mau juga. Disaat Mama makan akupun sempat memandanginya hingga hati ini tak percaya ?Apakah benar Mama Yuli telah menjadi milikku?
Dan untuk waktu yang lama?? dan seraya bersyukur miliki dirinya.Setelah makan kitapun lanjutkan pembicaraan sambil rebahan dan Mamapun menyuapinku
dengan jeruk yang dibawanya. Hem.. Sungguh indah saat itu romantis banget.. Mama pun akhirnya merebahkan tubuhnya didadaku ini.. Hem.. Dak Dik duk
jantungkupun berdegup dengan cepatnya. Dengan bisikan-bisikan sayang Mamapun aku terlena dan dibuai suasana yang begitu dingin.Akhirnya Mama menaruhkan
kepalanya ke lenganku, dan tak lama akupun mulai mengusap-usap dadanya yang berukuran 34 yang masih menggunakan kaos. Dengan sedikit takut bila Mama
tak suka aku perlakukan seperti itu, namun karena Mama diam aku semakin berani mengusapnya dan akupun merasakan tonjolan puting susunya sudah semakin
lama semakin mengeras dibalik bra dan kaosnya yang masih dikenakan.Setelah itu kami pun saling tatap dan entah siapa yang mulai duluan, kitapun berciuman.
Akupun mulai melumat bibirnya yang masih meras itu, kumainkan lidah ini dimulutnya, kamipun saling membelitkan lidah dan lidah kira menari-nari.?Hheemm..
Mmmuuaacchh.. Mmmuuaacchh..?Aku akhirnya merasakan desahan nafasnya yang semakin memburu. Akupun tak tahan sehingga tangan ini telah berada di pingangnya,
punggungnya, dadanya, dan meremas-remas dengan lembut payudaranya yang cukup padat dan berukuran 34 itu.?Aacchh.. Ah.. Oocchh..?Desahannyapun terdengar
lembut dan semakin membangkitkan gairahku. Begitu kenyalnya bukit itu dan masih padat, seakan belum terjamah siapa juga. Disaat aku menyelusupkan tangan
ini ke kaos yang Mama kenakan, Mama memintaku untuk memadamkan lampu yang saat itu masih menyala. Maka akupun beranjak matikan lampu itu dan kembali ke
pembaringan.?Muuaacch.. Muuaacch.. Muaacch..?Kitapun berpangutan kembali seraya tanganku sudah menyelusup ke dalam kaosnya. Meremas-remas lembut payudaranya.
?Mmm.. Aaacchh.. Oocchh.. Pa..?Itu desahan yang dikeluarkan Mama saat itu akupun jadi lupa bahwa mungkin bisa saja anak kos disebelah kamar mendengar
desahan Mama. Sambil masih berciuman dan memainkan lidah kita masing-masing di mulut dan saling membelit, aku melepaskan kaos yang masih ada ditubuhnya.
Wow..?Dengan samar-samar akupun dapat melihat betapa mulus dan putihnya tubuhnya Mama. Dengan payudara padat berisi yang masih terbalut bra putihnya,
Ciumanku pun mendarat dipayudara indah itu yang masih mengenakan bra. Hem.. Wangi sekali tubuh Mama hingga saat ini masih sering tercium samara-samar
dikamar itu dan dikamar rumahku. Tubuhnya yang putih, payudara yang indah dan masih tempak padat berisi dan dengan puting pink yang sudah menjulang
tinggi dan keras.Oh.. Tuhan begitu sempurnanya diriMu menciptakannya. Tangankupun mencari dimana tali pengait Bra itu. Akupun melepasnya.. Aku pandangi
sesaat payudara dan oh.. Betapa indahnya.?Mmmuuacchh.. Mmmuuaacchh.. Mmuuaacchh.. Hem..?Akupun mulai menghisapnya dan kumainkan lidahku tepat diputingnya.
Saatku menghisap putingnya Mamapun semakin mendesah?Oohh.. Aacchh.. Hem.. Em.. Ooh.. Enak sayang.. Truss.. Ooocchh..?Jilatan pun semakin membuat putingnya
menjulang tinggi, mengeras dan desahan-desahan Mamapun semakin keras terdengar.Akhirnya tangakupun mulai bergerilya ke bawah pingulnya. Terus ke bawah
selangkanganya yang masih mengenakan celana panjangnya. Dengan adanya buaian itu pun selangkannya dibukanya lebar-lebar sambil masih terus mendesah dan
mulutku tetap bermain-main dengan kedua payudara yang indah itu. Tangan Mama kinipun mulai aktif meremas-remas payudaraku dan dengan tak sabaran Mama
melepaskan kaos yang aku pakai.Akhirnya akupun bertelanjang dada karena aku memang sering tak memakai bra saat tidur. Mamapun kembali meremas dan
memainnkan jri lentiknya memilin-milin putingku..?Ooocchh.. Enak sayang.. Terus honey..?Akupun membisikkan kata ke Mama?Maa sayang.. Celananya di
buka yah? Boleh kan honey??.Mamapun mengangguk tanda setuju, maka akupun mulai membuka resliting celana dan melepas celana panjangnya dan sekaligus
Cdnya..Pandangan akupun kemudian tertuju ke bawah tubuhnya. Hem.. Mulus putih dan bersih..Akupun akhirnya masih menciumi bagian payudaranya,
menjilatnya, menghisapnya dan sesekali menggigitnya kecil-kecil. Tangankupun akhirnya mengusap-usap pahanya dan Mamapun telah memberikan lampu
hijau untuk memperbolehkan aku mengusap vaginanya karena selangkangannya telah dibukanya lebar-lebar. Akupun tak menyia-nyiakan kesempatan itu,
aku raba dan gesek-gesekkan jari-jariku ke vagina bagian luar. Ternyata sudah benar-benar basah. Akupun lalu mencari barang nikmat yang ada di
bagian dalan atas vaginanya, yaitu klitorisnya.Dan di saat aku sudah menyentuh klitorisnya diapun mengerinjal dan?Ooocchh.. Paa.. Enak.. Aacchh..
Ooocchh.. Trus.. Sayang.. Ooocchh.. Sayang..?Itu lah desahan-desahan Mama.?Mmmuucchh.. Mmuuaacchh.. Mmmuuaacchh..?Ciuman-ciumankupun akhirnya
bersarang ke vaginanya yang sudah teramat basah Hem.. Wangi sekali, lain dari vagina milik Mamy Annita (mantan/Ex Gfku dulu).?Ooocchh.. Aaacchh..
?Erangnya saat pertama kalinya aku luncurkan lidah ini ke kelitorisnya.?Heemm.. Eeemm..?Akupun menjilatinya, menghisapnya dan sesekali menggigitnya
kecil-kecil. Akupun sebakkan mulut vaginanya agar aku dapat menjilatinya lebih dalam ke vaginanya.?Ooochh.. Pa.. Sayang.. Hem.. Aachh.. Terus.. Say..
?Akupun akhirnya memasukkan perlahan-lahan jari telunjukku ke dalam vaginanya. Wah.. Masih sempit ternyata. Dan Mamapun sempat mengaduh kesakitan,
aku sempat berfikir sapa Mama masih perawan? Ah.. Bila iya beruntung sekali aku. Dengan jilatan, isapan gigitan-gigitan kecil dan jarikupun mulai
mengocok perlahan dulu vaginanya.?Occhh.. Acchh.. Hem.. Say.. Ach.. Ooocchh.. Aaacchh.. Sayangg..??Ssshh.. Oooacchh.. Oooaacchh.. Ooocchh..?Desahannya
semakin menjadi disaat kocokankupun mulai aku percepat. Tangan kananku pun meremas-remas dadanya dan memilin-milin puntingnya sesekali mencubit dengan
gemesnya.?Aaacchh..?Desahan panjangnya pun keluar dibarengi dengan jepitan pahanya ke kepalaku dan cairan orgasme yang begitu banyak keluar dari liang
segamanya. Hem.. Em.. Akupun jilati habis cairan itu.. Asin, gurih dan manis, amat lebih nikmat dibanding milik Mamy Annita. Ah begitu indah dunia ini
terasa. Kamipun akhirnya sama-sama puas, walaupun aku saat itu sedang mangalami datang bulan sehingga Mama tak bisa menjamahku. Namun akupun bisa
mengalami orgasme tanpa adanya sentuhan-sentuhan, akupun merasakan puasan dan kebahagiaan karena telah membuat kepuasan kepada Mamaku.Kitapun habiskan
malam-malam kebersamaan yang ada dengan variasi-variasi sex yang berbeda-beda. Tamat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
CERITA SEXz